Kamis, 06 Agustus 2015
Tekad dan usahaku dalam menuntut ilmu
Tekad
dan usahaku dalam menuntut ilmu
Berawal
dari keluargaku yang kurang sempurna karena perceraian bapak dan ibu di usia ku
yang masih bayi. Aku mulai sadar sejak di besarkan pada liku-liku kehidupan
ini, di tambah ayah ku sejak dulu sampai dewasa ini dimana,bagaimana kabarnya
aku tidak tahu. Apalagi memberi uang semasa hidupku pun tidak pernah ada. Berat
rasanya hidup yang penuh liku-liku ini tetapi semua harus di jalani dan di
syukuri.
Berawal dari sini aku mulai membantu ibu dan nenek ku.
Demi aku bisa pergi ke sekolah. Teman-teman sudah makan pagi, mandi, dikasih
uang saku lalu berangkat sekolah namun aku harus menahan laparku pergi ke pasar
dulu, mengantar dagangan, mbah ,dan ibuku. Lalu berangkat sekolah walau
terkadang kesiangan, meskipun juga uang saku tidak diberi jika aku tidak
memintanya.
Suatu ketika, masuk mts aku mulai berfikir ” walaupun
hidup ini kurang sempurna dan banyak liku-liku, aku yakin mampu dan bisa membahagiakan
ibuku dengan prestasiku di sekolah”. Alhamdulillah Allah memberikan jalan
kepada ku mendapat rangking dikelas 3 mts dan bisa aku pertahankan sampai kelas
3 SMK.
Sewaktu menginjak SMK , aku bilang pada ibuku “ ibu , tia
minta di belikan laptop ya?” jawab ibu : “ iya, tak belikan nak”. Aku menunggu
satu bulan tidak di beli-belikan. Akhirnya aku bertekad menahan lapar dan
mengumpulkan uang saku dan lebaran ku. Alhamdulillah, 3 tahun lamanya akhirnya
uang ku terkumpul 3 juta dan aku belikan laptop .
Pernah diantar kesekolah tapi pulangnya tidak di jemput.
Dengan senang hati aku berjalan sampai rumah walau berjarak 2-3 KM. Waktu bulan
Februari sampai April sedang praktek industry (PKL) karena sepeda moto buat
kerja akupun rela mengayuh sepedah walau berjarak 12-13 KM dari rumah ku.
Dua tahun terakhir di sekolah, aku lebih banyak
menghabiskan pergi dan pulang sekolah jalan kaki karena sepeda moto buat kerja
dan sepeda ontel sudah tidak dapat di pakai .
Biarpun
aku harus kepasar dulu sejak kecil sampai sekarang akupun tidak akan pernah
malu dan semua perjalan hidup ku , karena semuanya DEMI TERGAPAINYA MENUNTUT
ILMU.
Selagi tangan dan kakiku masih bisa
berusaha sekuat tenagaku, buat apa tidak, semua tidak harus BERPANGKU TANGAN
mengharapkan pemberian yang tidak kunjung datang.
Langganan:
Postingan (Atom)